Postingan

Menggantikan Kiai Said

Gambar
Di sepertiga malam pengurus pesantren nampak wira-wiri [1] membangunkan santri untuk q iyamul lail . Ada yanglangsung bangun, ada yang bangun sekedar mengelabuhi, adapula yang sulit dibangunkan hingga semprotan air harus menghujani wajah santri.Selesai solat tatkala memanjatkan do’a suasana begitu hening, mata santri pada tertutup khusyu’. Dikira  khusyu’ dalam do’a ternyata mereka lelap dalam tidur. Sesaat kemudian waktu subuh harus menghentikan nyenyaknyatidur santri.Adzan dikumandangkan disambung lantunan solawat sembari menunggu iqomat. “Ilaahi lastulil Firdausi ahlaa, walaa aqwaa alaa naaril jahiimi, fahab li taubataw waghfir dzunu u bi, fainnaka ghoofirudz dzanbil adhiimi.” Solat subuh ditunaikan dan dilanjutkan mengaji Al-Qur’an.Gemuruh suara al-Qur’an memenuhi aula santri putra dan putri. “ Kalamun qodiimu laa yuma l lu samaa ‘uhuu *Tanazzaha An qouli wa fi’li waniyati,  Bihii asytafi min kulli daai wanuuruhu *Daliilun li qolbi indajahli wa khai...

Cahayanya Ilmu

Gambar
Hamparan lantai tak beratap menyambut hembusan angin . Di tengah hamparan itu r entetan kawat berjejeran membentuk barisan. Beberapa gerombol besi yang tegak , menjadi sasaran tempat untuk bersandar. L oteng [1] memang menjadi tempat favorit para santri, baik untuk belajar, menghafal ataupun sekedar santai-santai.Wajar saja , da ri ketinggian itu tampak pemandangan sekedar untuk melipur hati. Hamparan laut bak birunya langit dengan kapal-kapal kecil yang terombang- ambing ombak, pabrik-pabrik dengan kepulan asapnya yang kadang bikin nyesek , rumah penduduk yang begitu padat, namun masih ada juga pepohonan rindang yang menyejukkan hati. Zul adalah sebagian santri yang larut dalam keadaan itu. Ia termenung sendiri sambil menunggu adzan M aghrib. Suasana sore memang sangat enak, udara segar, keadaan sekeliling yang memanjakan mata, dan juga lantunan Al-Quran yang sangat merdu dari arah masjid. “ Santri baru ya d i k” “Iya mbak” Tanya seorang santri yang lagi menjemu...