Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Tumpeng untuk Kanjeng Nabi Muhammad

Gambar
Gegap gempita perayaan maulid Nabi Muhammad Saw di Indonesia layaknya perayaan lebaran bersama keluarga. Momentum kali ini terasa sangat istimewa karena diperingati dari tahun ke tahun tak pernah absen dari panggung umat Islam nasional. Setiap gang-gang Dusun, pelosok Desa sampai Istana Negara secara serentak memperingati momentum ini. Di Indonesia sendiri sudah sangat akrab dan kental sekali dalam hal menghormati dan menjujung tinggi orang yang bernama Muhammad bin Abdullah. Sampai setiap sambutan acara apapun saja mulai tingkatan Rt sampai rapat dewan Internasional selalu saja menyebut nama Muhammad. 12 Rabiul Awwal terasa istimewa, cuaca terasa sejuk, pepohonan dan daun-daun ikut merayakan dan mengabadikan momentum lahirnya manusia biasa yang bukan biasa. Seperti yang dikatakan Syekh Imam Busyiri “ muhammadun basyarun la kal basyari bal huwa kal yaquti bainal hajari”. Keistimewaan Muhammad berada pada cahaya beliau yang selalu memancar sampai saat ini disetiap hati umat Isl...

Peluit Wasit Vs Peluit Tukang Parkir

Gambar
Foto: Istimewa Perhelatan Sea Gemes 2017 di Malaysia menuai perhatian penuh oleh semua kalangan, terutama setelah pemberitaan media di Indonesia menayangkan beberapa atlit Indoensia dicurangi, sehingga ada yang WO dari pertandingan dan memancing seluruh amarah bangsa Indonesia. Pak Menpora juga agak geram melihat kompetisi akbar ini tercedirai oleh perlakuan Wasit. Tak luput juga para atlit bercucuran air mata atas kejadian ini, sebab ia merasa gagal mengharumkan nama Indonesia. Kontroversi terjadi ketika wasit yang memimpin pertandingan Indonesia Vs Malaysia tampak terlihat membela Malaysia, harusnya Indonesia mendapat poin malah menggagalkannya, sudah jelas Evan Dimas korban pelanggaran malah mendapat kartu kuning. Olah raga itu semacam permainan yang setiap pemainnya dituntut untuk serius selama pertandingan berlangsung. Wasit tampil sebagai penegak untuk menghidari terjadinya kecurangan. Setiap permainan pasti rawan akan hal-hal bertindak segalanya demi memenangkan kompe...

Bedah Buku "Nasihat Begawan Tuban", Segudang Prestasi Para Tokoh dari Tuban

Gambar
Semarang, Sejumlah kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Silaturahmi Mahasiswa Ronggolawe (ISMARO Tuban) melakukan bedah buku “Nasihat Begawan Tuban” dilanjutkan dengan buka bersama di Taman Jati Kampus 2 UIN Walisongo Semarang, Senin (12/06/2017) meghadirkan penulisnya langsung Ahmad Ali Zainul Sofan, seorang pemuda asal Desa Wotsogo, Kecamatan Jatirogo, Kabupten Tuban, Jawa Timur. Ofan, panggilan akrabnya selaku penulis mengungkapkan beberapa hal yang ada didalam buku tersebut mulai dari daerah Tuban sebagai kota yang mempunyai sejarah panjang dan berperan besar dalam sejarah perjalanan kerajaan di Nusantara hingga berdirinya negara Republik Indonesia. “Tidak asing lagi beberapa tokoh asal Tuban yang mengukir prestasi besar dalam kancah nasional sejak zaman kerajaan hinggan saat ini. Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Ranggalawe, KH. Ali Mansyur (Pengarang Solawat Badar), Koes Plus grup musik legendarais dan beberapa tokoh yang telah menorehkan prestasinya. Tentu dalam...

Begawan Tuban

Gambar
Dalam cerita pewayangan, istlah Begawan hadir sebagi sosok yang sangat tinggi kedudukannya. Posisinya sangat penting, sebagai seorang yang dituntu mengusai ilmu agama, juga sebagai konsultan para Raja. Begawan Ismoyo, Begawan Abiyasa sebagai pilar utama Hastinapura. Khasanah kedaerahan, Tuban sebagai kota kecil bagian dari Provinsi Jawa Timur, terletak di pantai utara Jawa, perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai sejarah manis dalam perjalanan kerajaan-kerajaan Nusantara. Mungkin bagi Indonesia sendiri Tuban merupakan kabupaten kecil di pentai utara Jawa. Kesadaran nasionalisme Indonesia tentang wawasan kedaerahan saya kira masih sangat kurang. Perjalanan panjang sejak 723 tahun yang lalu para Begawan Tuban sudah mulai mengabdikan dirinya kepada bangsa Nusantara. Sejak zaman kerajaan Singosari, Majapahit, Demak, hingga Mataram tokoh-tokoh besar hadir dari Tuban. Bukan berarti di daerah lain tidak ada tokoh sehebat orang Tuban, tentu banyak. Dalam hal ini unggul di...

Sowan Kanjeng Syekh Adipati Ranggalawe

Gambar
Cungkup makam Adipati Ranggalawe Mendengar nama Ranggalawe tidak akan lepas dari sejarah panjang kerajaan Nusantara masa lalu, awal berdirinya Kerajaan Majapahit, Ranggalawe berperan penting dalam mendirikan kerajaan tersebut. Bersama Raden Wijaya dan beberapa orang penting beliau seperti Kebo Anabrang, Lembu Sora, Nambi, Halayuda, dan lain-lain. Ranggalawe sosok yang sangat tegas dan bringas ketika berperang. Ia diberi tugas khusus oleh Raden Wijaya untuk menjadi komandan telik sandi untuk mengawasi gerak gerik pasukan Mongol. Kemampuan Ranggalawe dalam berperang tidak diragukan lagi, apalagi ketika beliau sedang berada diatas kuda. Tidak ada satu pun pendekar yang sanggup melawannya. Tidak banyak yang tahu siapa sebenarnya Ranggalawe, tokoh kebanggan masyarakat Tuban inilah mempunyai nama asli Arya  Adhikara, dalam Prasasti Kudadu tahun 1294 yang memuat daftar nama para pejabat Majapahit pada awal berdirinya, ternyata tidak mencantumkan nama Ranggalawe. Yang ada ialah nama...

Agama Masyarakat Pribumi Pra-Walisongo

Gambar
Ilustrasi Telah di ungkapkan bahwa agama di negeri kita ini (Indonesia) mayoritas adalah Islam. Catatan ini dalam sejarah Jawa muncul pada tahun 1250 M, seteleh beberapa usaha untuk mempengaruhi pangeran Sunda gagal. Sekitar tahun 1475 M dimana kerajan Hindu Majapahit berdiri dan berkuasa di pulau ini, namun kemudian tergeser dan agama Islam mengokohkan diri di negeri ini. Masyarakat kecil masih percaya mempercayai institusi nenek moyang mereka, dan meskipun mereka telah lama beribadah di candi-candi dan mengidolakan pembawaan ajaran ketuhanan, mereka masih menujjukan perhatian yang tinggi pada hukum. Apapun kepercayaan mereka tercakup dalam institusi, kebiasaan dan rasa memeiliki dari orang-orang Jawa dengan benda-benda kuno bersejarah tetap terpelihara. Dari uraian sebelumnya bahwa ketika tahun 1292 M menurut catatan Marcopolo masayarakat pribumi mayoritas masih menyembah batu, pohon, bahkan roh gaib yang di percaya mempunyai kekuatan yang luar biasa, dalam istilah barat d...

Sendang Senjoyo Buka 24 Jam Nonstop, Wisata Alam Manjakan Mata

Gambar
Para pengunjung mandi di Sendang Senjoyo Semarang – ISMARO TUBAN , Sendang Senjoyo yang terletak di Desa Tegalwaton, Kec. Tengeran, Kab. Semarang, sekitar 4 Km dari jalur keluar arteri Kota Salatiga akan memanjakan wisatawan yang hadir disana. Wisata alam yang mempunyai sejarah menarik. Sedang memliki 9 titik lokasi pemandian inilah sebagai icon utama menarik wisatawan. Jum’at (18/03/2017) Menutur penuturan ibu Umbul Senjoyo diambil dari tokoh setempat yang sangat fenomenal, beliau adalah Pangeran Senjoyo, pendekar pada zaman kerajaan Majapahit. Nama Sendang Senjoyo diberikan secara langsung oleh Mas Karbet (Jaka Tingkir) sekaligus nama-nama 9 sedang yang terdapat disana. “Dulu Pangeran Senjoyo berkuasa di sini, setelah beliau meninggal, tempat ini memliki mata air yang di anggap keramat oleh masyarakat. Datanglah Mas Karebet (Jaka Tingkir) membabat alas supaya sendang ini bisa digunakan. Yang memberi nama juga Mas Karebet” katanya   Lokasi yang sangat s...

Belajar dari Patriot NKRI Tony Koeswoyo

Gambar
Ilustrasi Tony Koeswoyo Setiap orang meniggal usai dikuburkan, para pelayat yang ikut serta dalam proses pemakaman tidak langsung pulang setelah batu nisan tertancap. Masih ada proses selanjutnya dibawah pimpinan langsung Mbah Moden, istiah orang Islam Nusantara pemimpin agama orang kampung/desa. Bukan masuk dalam pusaran pimpinan NU, Muhammadiyah, LDDI, atau FPI. Talqin, adalah suatu proses dimana Mbah Moden, memberikan tuntunan kepada jenazah agar bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Sepertinya dalam Syariat Islam tidak diberitakan mengenai talqin, Islam sendiri memerintahkan ketika ada orang meninggal dirawat, disucikan, disolatkan, dikuburkan. Istilah talqin merupakan budaya hasil dari ijtihat para ulama’ terdahulu agar yang masih hidup supaya ingat kematian.  Belum ada seseorang yang bisa mengungkapkan ke publik, apakah orang didalam kubur mendengar tuntunan dari Mbah Moden, secara langsung tanpa ada keragua, jikalau jenazah didalam kubur diajurkan agar...