Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

SIASAT

Gambar
Sumber :  wallpaperaccess.com/nature-rain Prelude Juni kemarin Air mata langit pecah Berhamburan menemui tanah - tanah kerontang Menghilangkan kegersangan ibu Pertiwi Dihapusnya jejak - jejak debu di jalanan itu dengan udara sejuknya Di sepanjang bulan Juni kemarin Air mata langit menyetubuhi daun - daun kering Hingga tak kutemui lagi kegelisahan - kegelisahan pada padi - padi muda Akar - akar pohon bunga itu tertawa girang di dalam tanah Membuatku geleng - geleng pada siasat hujan bulan Juni yang tersirat   Hujan Bulan Juni tahun ini tak setabah hujan bulan Juni pada masamu, Eyang Ia tak mampu menyembunyikan rintik rindunya pada pohon bunga itu Ia tak mampu menyembunyikan rintik rindunya pada Tanah - tanah padat itu Tanah yang enggan menampung resapan Lalu menciptakan genangan - genangan yang menyesakkan "Tersanjung do'a untuk eyang Sapardi Djoko Damono Al Fatihah" Tuban, 2021 Oleh : Anis Nauffa__   

Puisi Begawan: "Masih Ada"

Gambar
Saat aku merasakan angin tak ku temukan kesejukannya Saat aku mendengar suara tak aku jumpai sumbernya Saat aku mencium harum bunga-bunga tak terlihat wujudnya Hidup hanyalah informasi berupa ilusi Aku tahu angin,  suara,  bau,  hanya dari kata mulut candu Hilang... Lenyap... Musnah... Hancur... Kawan... Tak ada yang hilang,  tak ada yang lenyap, tak ada yang musnah,  tak ada yang hancur Aku tetap merasakan angin dari kesejukan jiwamu Aku mendengar suara dari lirih bicaramu Aku mencium harum bunga dari segala pengabdianmu Semarang,  07 Maret 2018

Puisi Begawan: "Kabut"

Gambar
Wahai kabut mengapa engkau datang dengan membawa rasa dingin Kabut menjawab aku hanya ingin menyejukkan dari rasa panasnya tubuhmu Wahai kabut mengapa engkau menghalangi sianar matahari Kabut menjawab supaya engkau bisa membedakan warna merah dengan putih Wahai kabut berada di tempat yang lebih tinggi Kabut menjawab supaya mereka yang berada ditempat yang rendah tidak merasa terbebani olehku Wahai kabut aku sadar engkau membawa rasa dinginmu itu simbol kemesraan Sekalipun engkau menghalangi sinar matahari tapi engkau masih menyisakan jarak padang mataku yang banyak dosa Keberadaanmu disana simbol dari kesucian yang tak pernah menimbulkan perpecahan Engkau menemani gunung, pohon, rumput, angin, manusia diatas sana dari keserakahan Keberadaanmu wujud dari ketentraman dari segala kegelisahan Wonosobo ,  Desember 2017

Puisi Begawan: "Tidak Punya Malu"

Gambar
Saat garis katulistiwa membentang di Nusantara Bongkahan tanah surga tersedia disana Hijaunya daun menghiasi paru-paru dunia Kuningnya padi mewarnai pulau sumatra hingga Jawa Batang sagu berjejer rapi hingga daratan papua Emas, intan, tembaga, dan perak terkubur di setiap tanah yang kita injak Minyak dan gas tersembunyi di balik akar rerumputan Rempah-rempah hingga milyaran jenis sayuran tumbuh subur di antara kita Ikan segar hidup rukun di samudra nusantara Sekolah hingga universitas teremuka menyebar luas dari sabang sampai merauke Ulama’ hingga Habib merasakan kedamaian yang tiada tara Akademisi, peneliti, paranormal, dukun bayi, dukun santet sangat lengkap dengan karya mereka Para penganut agama dan kepercayaan yang berbeda menghiasi tegaknya Binekha Tungga Ika Harta pusaka Nusantara berada pada pelukan ibu pertiwi cantik jelita nan mempesona, wajah indahnya kembang wijaya kusuma, harum aromanya melekat bunga melati, sorot matanya sinar matahari, senyum m...

Puisi Ihda: "Bayangan Semu"

Gambar
Terkadang apa yang kita lihat itu belum tentu Nyata, hanya sekilas bayangan semu yang harus kita perjelas. Jangan mudah menilai orang yang belum banyak kita tau, sebelum tau asal dan usul orang tersebut. So, tetap berdamai dengan lingkungan dan orang2 terdekat kita, karena kita tidak tau kalau orang2 itulah yang akan membuat kita menjadi karakter yang lebih baik dan bisa mewujudkan cita2 yang mulia.

Puisi Begawan: "Manusia Aman"

Gambar
Jika engkau kuat, janganlah melemahkan Jika engkau kencang, janganlah mendahului Jika engkau tajam, janganlah engkau melukai Jika engkau sakti, janganlah menindas Jika engkau tahu informasi, janganlah menyembunyikan Jika engkau luas, janganlah mempersempit Jika engkau tinggi, janganlah merendahkan Jika engkau pandai, janganlah membodohi Jika engkau alim, janganlah mengkafirkan Srigala tidak bisa menjadi domba, begitu sebaliknya Manusia berpotensi menjadi keduanya. Dan jika engkau manusia, jagalah dirimu dari jurang kesesatan Jadilah manusia beriman yang berambisi menegakkan keamanan Semarang, 2017

Puisi Begawan: "Islam Kaya Raya"

Gambar
Nabi Adam kaya raya, manusia penghuni syurga Nabi Sulaiman kaya raya, pemelik istna sekaligus ratu belqis Nabi Musa kaya raya, penakluk Firaun Nabi Isa kaya raya, penebar kasih sayang Nabi Muhammad kaya raya, penguasa Makkah dan Madinah Khulafaur Rosyidin kaya raya, pendiri kerajaan Islam Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani kaya raya, pemilik tanah Baghdad Walisongo kaya raya, perumus kerajaan Islam Nusantara KH. Hasyim As'ari kaya raya, beliau punya NU KH. Ahmad Dahlan kaya raya, beliau punya Muhammadiyah Muhammadiyah punya rumah sakit dan sekolahan NU ada pesantren salaf dan modern Islam tegak berdiri dalam bingkai persatuan dan kesatuan Islam begitu kaya raya Hingga kemiskinan tidak menampakkan dirinya Kaya ilmu, harta, kebudayaan, kearifan, kasih sayang, hingga sangat kaya kesederhanaannya Sungguh tidak aku temukan kemiskinan dalam Islam Praktek indah ibadahnya berlipat-lipat ganda bonusnya Pengampunan dosa terbuka lebar Kebersamaan dihutung 10 kali dalam selangk...

Puisi Begawan: "Menari"

Gambar
Aku adalah penari yang akan menghibur kesunyian hatimu Tarian telanjang dengan gerakan memanjang Alunan nada mengiringi gerak langkah kehidupan Aku menatapmu bagaikan rembulan yang berusaha menerangi kegelapan Tarian ku bukan sekedar gerakan, tengoklah ada kemesraan yang terpendam Jakarta, 2017

Puisi Fatimah: "Tanda Tanya"

Gambar
Terus saja detik-demi detik berlari mengejar masa meski mentari masih terlihat malu menampakkan wujudnya setidaknya garis-garis cahaya itu mampu mengusir petang saat itu, nampak sebuah bayangan pada kaca yang mengembun maya, namun seolah-olah nyata seperti rindu aku seperti mendengar rindumu tapi semua masih diagnosa meski pagi ini tak ada kabar yang kuterima selain bisikmu yang kutemui pada sisa mimpiku tadi malam pagi ini memanggilmu, ku titipkan pada semilir angin yang lewat tentang rasaku lalu secepatnya menghembus dalam porimu hawa dingin yang menusukmu hingga kau terbangun itulah aku di situ

Puisi Fatimah: "Melawan Setan"

Gambar
Dalam keadaan yang menahanku untuk dapat bersujud kepadaMu Keadaan yang melarangku membaca kitabMu Dalam keadaan ini, Setan-setan mengambil kesempatan Mereka terus menggoda iman Menawarkan kebebasan Mengajak bersenang-senang Berharap dapat melupakan kehadiranMu walau sekejap Aku tahu.. Ini pertempuran melawan setan Setan-setan begitu girang jika hatiku berhasil mereka kalahkan Kutemui diriku yang tetap berupaya menguatkan iman, Menghilangkan bisikan-bisikan yang menjerumuskan Dalam keadaan ini pun tak akan ku izinkan Mereka menertawai kebodohanku, Menertawakan kelemahanku Karena kita manusia berakal, bukan manusia bodoh dan lemah Manusia harus menang melawan setan

Puisi Fatimah: "Diagnosa Rasa"

Gambar
 في حين الأحيان Di waktu tertentu كأنني سمعت صوت حنينك Aku seperti mendengar rindumu لكن ما زال قلبي في ريب Tapi aku masih ragu أخاف اذا كنت اخطأت في فهمها Aku takut bila salah mengartikannya أكنت أنا حساسية, ام هي تجري كما هي؟ Akukah yang terlalu perasa ataukah benar ininyata adanya? وقد أقرأ أحيان Disuatu waktu saat aku sedang membaca وكأن حروفك أيماءة Semua aksaramu bagai pertanda بل اخاف اذا أخطأت في فهمها Tapi aku takut bila salah menafsirkannya اتخفي الغرام......؟ Benarkah kamu menyimpan rasa? كلها لم يزال في الظلام Semua  masih DIAGNOSA

Usai Minum Susu, Gus Mamad Loncat & Terjun Pagar 2 Meter

Gambar
Dikalangan anggota ISMARO, Gus Mamad merupakan sosok pendiam dan sangat santun dalam bersikap, ia merupakan salah seorang putra dan cucu pimpinan pondok pesantren terkenal di Tuban, Jawa Timur. Maka sosoknya sangat dihormati sebagian kalangan ISMARO. Kerena keberadaan identitas yang melekat pada dirinya tidak serta merta Gus Mamad menjadi orang yang sombong atau berlagak seperti anak tokoh besar, memanfaatkan kebesaran keluarganya ia suka bertidak semena-mena. Semua itu tidak melekat pada Gus Mamad.  Orang yang sangat santun itu juga kadangkala bersikap celelekan terhadap siapa saja. Tidak peduli apa itu senior, seangkatan, atau orang yang lebih muda darinya. Bagi dia semua orang adalah saudarnya, dan tentu yang lebih tua darinya selalu dihormati. Dengan tubuh besar didasari dengan raut wajah menggemaskan sehingga cewek-cewek yang memandang Gus Mamad akan terasa ingin nyiwel  pipinya yang tampak unyu-unyu. Suatu hari bersma dengan teman orda Tuban usai acara Mil...

Sate, Werewolf, dan A,B,C,D... Saksi Konyol Cah Tuban di Bukit Asmara

Gambar
Siapa yang tidak suka traveling?, kebanyakan orang tentu tidak akan menolak jika diajak traveling atau sejenis liburan. Dikalangan Mahasiswa zaman now tentu traveling menjadi sasaran utama mereka dalam melampiaskan rasa kejenuhan mereka atas beban yang ia rasakan seperti tugas kuliah, sekripsi yang masih terbengkalai, hingga tuntutan untuk segera lulus. Ya, itulah kecenderungan anak muda zaman now yang saat ini sedang viral dijgat Indonesia melampiaskan sesuatu dengan cara liburan bersama atau bahkan sendiri. Ada cerita menarik yang tentu ini tidak akan bisa saya lupakan berserta teman-teman saya yang terlibat. Saya menceritakan ini kepada anda supaya anda yang jarang atau bahkan belum pernah liburan bersama kawan, apalagi satu daerah ditanah perantauan itu akan menjadi sebuah kenangan yang terus mengakar didalam hati, ciee... so sweet.. 14 orang terdiri dari 9 laki-laki, 5 perempuan melakukan perjalanan disebuah bukit kawasan wiasata Umbul Sidomukti, Mawar Camp namanya te...

Penghuni Baru

Gambar
Foto: Istimewa Suasana mencekam tampak di sebuah gedung besar sebagai pusat kegiatan empat orang aktivis kampus yang terkenal aktif diberbagai event. Mulai peringatan hari besar nasional hingga beberapa perigatan penting yang tidak tercantum dalam kalender nasional, seperti malam Nuzulul Qur’an, HUT Rt/Rw, hingga hari ulang tahun sang proklamator kemerdekaan RI Bapak Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Jun merupakan komandan dari Alan, Irul, dan Hasan. Ke empat orang tersebut anak rantau yang tidak jelas statusnya, kalau di kampus mereka berpenampilan layaknya seorang pejabat tinggi, jika sedang beraktifitas diluar tidak jauh beda dengan penjual koran jalanan Matahari terbit menyinarkan cahaya terik pada hari minggu yang sangat indah. Kopi dan sebungkus rokok Dji Sam Soe sudah tersaji dihadapan Jun. Keseharian mereka saat tidak ada kerjaan adalah memanjakan diri duduk di depan teras gedung besar itu. Tampaknya angin yang berhembus tidak menghadirkan udara segar. “Jun, ada ...

Bukan Sekadar “Ompreng”, Siapakah Dia?

Gambar
Foto: Istimewa Mendengar nama ompreng telinga kita akan memerintahkan otak dan mempekerjakan seluruh sel-sel tubuh untuk menuju pada satu titik alat perabot rumah tangga. Yah, itulah ompreng, dia terbentuk wadah untuk memasak berbahan dasar seng di desain sedemikian rupan sehingga menjadi alat yang bermanfaat. Keberadaannya sebagai kebutuhan pokok manusia untuk keberlangsungan hidup. Ia selalu menjadi tumbal terakir. Dirinya rela di taruh tempat-tempat yang kebanyakan manusia selalu jijik mendekatinya. Tak hanya itu saja, ompreng berjasa terhadap bahan makanan yang sedang diolah untuk dikonsumsi manusia. Bayangkan kita hidup tanpa ompreng apalah jadinya keadaan rumah tangga yang sudah terjalin sedemikian rupa. Manusia selalu melihat sesuatu keadaan hanya sepenggal dan dari sudut yang sempit. Ketika ada barang bagus di sebuah toko mereka langsung tertarik dan sebisa mungkin untuk membelinya, sedangkan barang itu sudah ada dirumah. Nafsu untuk selalu memiliki tumbuh secara con...

Penantian Panjang

Gambar
Waktu terus berjalan. Ia tak mau berkompromi untuk berhenti sebentar saja, apalagi untuk mengulanginya kembali. Besok adalah hari pertama aktif kuliah bagi Zul. Di semester 8 ia fokuskan untuk menjadi abdi ndalem di pesantren dan  merampungkan skripsnya. Zul juga mempunyai usaha kecil-kecilan untuk membantu menyukupi kebutuhan hidup, kalau ada sisa lebih ia gunakan untuk membeli buku. Suasana malam di pesantren mulai terasa. Awalnya ia sempat ngekost , namun tak bertahan lama, ia mencari pesantren lagi. Selepas ngaji malam, santri mulai sibuk dengan urusannya masing-masing. Tepat pukul sembilan malam Hp Zul bergetar, ada panggilan masuk dari Fahmi. Zul mencari tempat yang lumayan sepi agar tak terganggu. Keduanya bercakap sekitar satu jam. Zul merasa senang dengan maksud yang diutarakan Fahmi, Fahmi ingin melanjut hubungan mereka ke tahap yang lebih serius, masa ta’aruf yang telah mereka jalani semakin memantapkan hati Fahmi untuk hidup bersama Zul. Kini keduanyat tengah ...