Belajar dari Patriot NKRI Tony Koeswoyo

Ilustrasi Tony Koeswoyo
Setiap orang meniggal usai dikuburkan, para pelayat yang ikut serta dalam proses pemakaman tidak langsung pulang setelah batu nisan tertancap. Masih ada proses selanjutnya dibawah pimpinan langsung Mbah Moden, istiah orang Islam Nusantara pemimpin agama orang kampung/desa. Bukan masuk dalam pusaran pimpinan NU, Muhammadiyah, LDDI, atau FPI. Talqin, adalah suatu proses dimana Mbah Moden, memberikan tuntunan kepada jenazah agar bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Sepertinya dalam Syariat Islam tidak diberitakan mengenai talqin, Islam sendiri memerintahkan ketika ada orang meninggal dirawat, disucikan, disolatkan, dikuburkan. Istilah talqin merupakan budaya hasil dari ijtihat para ulama’ terdahulu agar yang masih hidup supaya ingat kematian. 

Belum ada seseorang yang bisa mengungkapkan ke publik, apakah orang didalam kubur mendengar tuntunan dari Mbah Moden, secara langsung tanpa ada keragua, jikalau jenazah didalam kubur diajurkan agar tidak takut dan gemetar untuk menjawab pertanyaan malaikat. Kira-kira bagaimana Mbah Moden sendiri kalau meninggal masih dituntun oleh juniornya?.. Bahkan menurut keyakinan orang Jawa ketika orang meninggal, para peziarah tidak menginjakkan kakinya melebehi tujuh langkah, maka tidak akan datang para malaikat yang akan melakukan gelar perkara. Pertanyaan malaikat tidak seperti pertanyaan ujian nasional. 

Mbah Moden memberikan bocoran jaba dari pertanyaan “Siapa Tuhanmu?, jawab dengan tegas Allah Swt, Siapa Nabimu?, Jawab dengan tegas Kanjeng Nabi Muhammad Saw, Apa Agamamu?, jawab dengan tegas Islam, Apa Kitabmu?, jawab dengan tegas Al-Quran,” lalu ada tamabahan jawaban dari Mbah Moden sebagai penguat bukti-bukti. “Jawablah dengan tegas bahwa kaum muslimin muslimat saudaraku, Nabi Ibrahim Bapakku”. Tidak ada bocoran jawaban Mbah Moden mengenai pertanyaan mengelola negara, membenci orang lain, menghina agama, dan sejenisnya.

Dalam hidup perlu adanya pondasi nilai luhur untuk mempersiapkan bangunan rumah di kehidupan selanjutnya, yang pada hakekatnya bukan mati, melainkan kembali ke asal muasal kita diciptakan. Innalilahi Wainna Ilaihi Wa Inna Ilaihi Rojiun merupakan proses dari keseluruhan manusia tiada, menjadi ada, dan kembali kepada yang mengadakan. Kalau manusia hidup sampai berpuluh-puluh tahun dan banyak orang bilang itu hanya sebentar, adalah “Aku dari Allah akan Kembali ke Allah”. Tidak ada alasan manusia merasa menikmati kehidupan dunia, sekalipun Nabi Nuh yang hidupnya sampai tiga ribu tahun ingin meminta umur panjang. Kalau bukan karena perintah Allah kepada Nabi Nuh sebagai manusia biasa belum tentu sanggup hidup dalam ribuan tahun. Hidup ini bukan berapa lama umur kita, melainkanapa yang sudah kita lakukan diantara umur yang diberikan Tuhan kepada kita semuanya.

Kearifan bangsa Indonesia tidak bisa dianggap enteng sebelah mata begitu saja. Karena daya cipta begitu tinggi sebagai produk unggulnya. Menengok dari sisi dunia musik Indonesia tidak ada yang tidak tahu Tony Koeswoyo, putra daerah asal Tuban Jawa Timur memiliki daya cipta sangat luas. Lagu yang beliau ciptakan berjudul ndai Kau Datang, bermakna filosofis mengenai kematian. Saat itu beliau ciptakan ketika sakit sehingga kegelisahan beliau ungkapkan melalui syair lagu.

Lirik andai kau datang kembali mengundang keaadaan maestro Koes Plus dalam suasana mencekam. Sakit yang beliau derita menimbulkan makna keadaan lampau beliau berharap menjadi kekuatan untuk menolongnya ketika beliau dipanggil oleh Allah Swt. Kalau guru-guru kita mengajari saat masih sekolah jika nanti meninggal, datang malaikat Munkar dan Nakir jawablah seperti mbah moden mentalqin. Jawaban apa yang akan ku beri, diungkapkan beliau sebagai kegelisahan seorang manusia yang ingin mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadanya.

Tidak semua orang sadar dalam dirinya yang paling dalam mempunyai kemampuan daya cipta yang tinggi layaknya Tony Koeswoyo. Bagaimana beliau beserta adik-adiknya rela dipekerjakan oleh Bung Karno demi menjaga kedaulat NKRI. Patriot asal Tuban ini mempunyai sikap cintanya kepada tanah air dengan cara merelakan dirinya bahkan kariernya. Hidup yang dijalani Mbah Tony menjadi bahan pelajaran para generasi bagaimana cara-cara atau langkan seorang anak bangsa yang cinta kepada tanah air dengan sungguh-sungguh. 

Orang Indonesia mengakui kepahlawanan seseorang ketika berhasil menumpas penjajah dimedan pertempuran, gugur sebagai pembala bangsa dan mempertahanakan kemerdekaan. Ya, kalau zaman melawan belanda siapa ya yang berhasil membunuh para penjajah dianggap pahlawan. Sebenarnya kalau disadari bersama, dalam catatan sejarah belum ada yang bisa mengungkap siapa yang membuhu Brigadir Jenderal Mallaby yang tewas di pemeberontakan Surabaya. Prajurit perang bangsa Indonesia dahulu tidak butuh jabatan, tidak mementingkan dia akan menjadi orang nomor satu. Melainkan yang mereka pertagankan adalah kedaulatan negara dan keluarganya yang ditinggal perang. 

Andaikan ku jauh berjalan, dan kau ku tinggalkan. Pernah suatu ketika adik beliau Yok Koeswoyo membocorkan makna lagu dikarang Tony Koeswoyo ketika sakit, "yang dimaksud mas Ton Kau Ku Tinggalkan itu jasadnya. Mas Ton ingin mencari sendiri, tidak mau mendapat bocoran dari Mbah Moden". Orang yang sadar akan kematian, mereka yang sesungguhnya sangat rindu dengan Allah Swt. Prinsip Innalilahi Wa Inna ilaihi Rojiun merupakan kunci hidup manusia yang memang harus pulang ke asalnya ia diciptakan. Begitu ia harus berdaulat atas dirinya sendiri tidak akan terpengaruh oleh keadaan apapun kecuali mengharapkan pertolongan Allah Swt. Adapun watak manusia salah dan lupa adalah kemesraann antara satu sama lain untuk saling mengingatkan. Yang keliru ketika antara mereka merasa pandai dan merasa ahli dalam disiplin ilmu mereka gunakan sebagai peluru untuk diledakkan ke yang lainnya. 

Jasad manusia itu ibarat patung yang ada dicandi-candi. Ketika Allah meniupkan ruh, nyawa, akal, nafsu, dan lain sebagainya adalah proses dari sunnatulloh. Fungsi utama dalam manusia dalah organ tubuh bagian dalam yang tidak terlihat. Adapun yang terlihat sebagai fungsi pelengkap dari struktur organisme secara keseluruhan. Bayangkan ketika manusia tidak mempunyai darah, jantung, paru-paru, hati, dan lainnya. Tentu mereka tidak bisa menikmati indahnya silaturahmi, indahnya kebersamaan. Maka perlu kita syukuri setiap saat organ penting yang tidak tampak itu masih berfungsi dengan baik.

Contoh bijak yang diberikan oleh leluhur kita sudah memberikan dampak positif bagi siapa saja yang mau mempelajarinya. Tony Koeswoyo terap mejadi sosok yang hebat dan pahlawan nasional dalam diri siapa saja. Semua pemain musik kagum kepadanya atas kemampuan yang beliau miliki. Dari lagu-lagu karanganya mengundang sejuta makna mendalam yang tidak selesai diceeritakan. Maka untuk bisa dikenang oleh semua kalangan, beliau desai dalam kemasan grup musik Koes Plus. Bagi saya Koes Plus adalah pahlawan Tuban yang mengharumkan NKRI

Penulis,
Ahmad Ali Zainul Sofan
(Cah Jatirogo dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang)

Kiriman Paling Ngehits

Pantaskah Tuban Sebagai Syurga Menurut Al-Quran?

Presiden RI, Bumi Wali, dan KIT

Masalah Patung, Ada Oknum yang Ingin Mengadu Domba Pribumi dengan Tionghoa Tuban

Sowan Kanjeng Syekh Adipati Ranggalawe