Puisi Fatimah: "Tanda Tanya"


Terus saja detik-demi detik berlari mengejar masa
meski mentari masih terlihat malu menampakkan wujudnya
setidaknya garis-garis cahaya itu mampu mengusir petang
saat itu, nampak sebuah bayangan pada kaca yang mengembun
maya, namun seolah-olah nyata
seperti rindu
aku seperti mendengar rindumu
tapi semua masih diagnosa
meski pagi ini tak ada kabar yang kuterima
selain bisikmu yang kutemui pada sisa mimpiku tadi malam
pagi ini memanggilmu,
ku titipkan pada semilir angin yang lewat tentang rasaku
lalu secepatnya menghembus dalam porimu
hawa dingin yang menusukmu hingga kau terbangun
itulah aku di situ

Kiriman Paling Ngehits

Pantaskah Tuban Sebagai Syurga Menurut Al-Quran?

Presiden RI, Bumi Wali, dan KIT

Masalah Patung, Ada Oknum yang Ingin Mengadu Domba Pribumi dengan Tionghoa Tuban

Sowan Kanjeng Syekh Adipati Ranggalawe