Usai Minum Susu, Gus Mamad Loncat & Terjun Pagar 2 Meter


Dikalangan anggota ISMARO, Gus Mamad merupakan sosok pendiam dan sangat santun dalam bersikap, ia merupakan salah seorang putra dan cucu pimpinan pondok pesantren terkenal di Tuban, Jawa Timur. Maka sosoknya sangat dihormati sebagian kalangan ISMARO. Kerena keberadaan identitas yang melekat pada dirinya tidak serta merta Gus Mamad menjadi orang yang sombong atau berlagak seperti anak tokoh besar, memanfaatkan kebesaran keluarganya ia suka bertidak semena-mena. Semua itu tidak melekat pada Gus Mamad. 

Orang yang sangat santun itu juga kadangkala bersikap celelekan terhadap siapa saja. Tidak peduli apa itu senior, seangkatan, atau orang yang lebih muda darinya. Bagi dia semua orang adalah saudarnya, dan tentu yang lebih tua darinya selalu dihormati. Dengan tubuh besar didasari dengan raut wajah menggemaskan sehingga cewek-cewek yang memandang Gus Mamad akan terasa ingin nyiwel  pipinya yang tampak unyu-unyu.

Suatu hari bersma dengan teman orda Tuban usai acara Milad perdana yang berlangsung di meriah bersama orda kampusnya, Gus Mamad bersama 13 orang temannya pergi disebuah tempat lokasi perkemahan dikawasan Gunung Ungaran, segala perlengkapan dan aktifitas disana dipenuhi Gus Mamad dengan tertib dan teratur. Awal saat ia ditawari oleh salah seorang seniornya untuk pergi ngecamp ia tanpa ragu menjawab iya. 

“Gus ayo ngecamp” tanya senior

“Wah yo langsung gas to ya” Jawab tegas Gus Mamad. 

Dalam perjanalan ia tampak tertinggal dari romobongan, sebab ditengah perjalanan ia setia menemani seniornya yang hendak memberi arang dan sunduk sate. Dan tampak tertinggal lebih jauh sebab karena terjebak bangjo. Sehingga membuat rombongan yang lian menunggi ditepi jalan. Sesampainya Gus Mamad bergabung dengan rombongan suara-suara kekesalan dilontarkan kepadanya sebab rombongan terlalu lama menungu.

“Gus kok suwi temen cah” (Gus Kok lama sekali). Ungkap salah seorang rombongan

“Wah raidere kejebak bangjo geng, atek detik,ane siyuwik leh” (Wah Pembalape terjebak bangjo, hitungannya lama sekali). Jawab Gus Mamad snatai. 

Pada akhirnya rombongan melanjutkan perjalanan hingga sampai lokasi. Disana Gus Mamad setia membatu mendirikan tenda sekalipun ia tidak faham urusan pertendaan, ia hanya menunggu intruksi dari ahlnya, dengan sigap Gus Mamad mengerjakan intrusi dari komandan.

Setelah tenda berdiri dan beberapa aktifitas lain dilakukan dengan hikmat dan penuh kegembiraan. Gus Mamad pun ikut terlibat dalam suasan gembira itu dan menikmati hingga pagi hari. Saat matahari mulai menampakkan sinarnya Gus Mamad pun tak ketinggalan ikut berfoto dengan kawan-kawannya. Dengan wajah unyunya semua anggota cewek tak ingin melewatkan momentum indah itu bersama sosok yang gemesin.

Sambil menikmati panorama indah kawasan Gunung Ungaran, Gus Mamad dengan ikhlas menyedu Mie dan Susu untuk dinikmati bersama. Pagi yang cerah itu ia sangat menikmati sekali susu yang dibuatnya. Ia tidak terlalu suka kopi dan tidak rokok sehingga segelas susu ia nikamti dengan penuh kenikmatan. Segelas susu habis ditguk Gus Mamad, permainan tebak-tebakan naman benda (hewan, tumbuhan iklan, dan lain-lain) dinikamti oeh Gus Mamad beserta teman-temannya. Semau orang yang terlibat dalam permainan tersebut mendapat hukuman dibedaki, tak ketinggal Gus Mamad pun ikut terkena hukuman.


Usai melakukan kegembiraan bersama semua rombongan beres-beres persiapan pulang. Setelah semua tertata rapi rombongan menuju parkiran bersipa untuk kembali ke kos-kosan. Tampak Gus Mamad memopa ban motor, sebab energi Gus Mamad tampak lebih usai minum susu. Hal ini membuat Gus Mamad tertinggal dari sebagian rombongan yang terlebih dahulu berjalan. Tak diduga dan tak disangaka Gus Mamad berboncengan dengan Rohim terkena musibah jatuh dari motor bersama Rohim. Karena ia berada pada barisan paling belakang dan didepannya hanya ada Kak Vidi dan ifa, sedang yang lainyya sudah jauh dari jarak gus Mamad, maka yang sanggup menolong Gus Mamad hanya kak Vidi dan Ifa

Kepanikan sempat terjadi, sebab ketika Ifa melihat mereka terjatuh hanya tampak Rohim yang tergeletak dan motonya saja. Gus Mamad tidak tampak bersama Rohim dan motornya. Ifa dan Kak Vidi berlari menghampiri dan panik mencari Gus Mamad. “Gus Mamad Endi..Gus Mamamd Endi”. 

Tiba-tiba dari bawah Gus Mamad berjalan dari bawah terseok-seok sambil memgang pingganya. Ternyata saat jatuh Gus Mamad terlempar sehingga loncat dan terjun ke pagar sebuah hotel setinggi 2 meter. Namun hal itu tidak membuat Gus Mamad terluka parah, ia hanya mejawab dengan nada santai “Gak popo kak”.

Rohim yang tampak terlukan cukup parah, kaki dan tangannya luka. Sehingga dari pihak hotel pun meminta mereka untuk beristirahat di kamar sembari Kak Vidi menghubungi rombongan lain untuk kemabali ke lokasi jatuhnya Gus Mamad dan Rohim.

Kak Vidi menelfon Una yang ternyata sudah sampai Ngaliyan, dan semua rombongan sudah sampai Ngaliyan dan siap untuk beristiraht tanpa mereka tahu ada tragedi yang menimpa salah seorang rombongannya. Una menghubungi Ali, dan Ali yang masih berada di kosnya Ihda beserta Fatimah menghungi Ofan untuk segera menjemput Gus Mamad menggunakan Mobil.

“Gus Mamad kecelakaan, Ofan kon gowo mobil tepak, motore ben dimuat tepak, Gus Mamad ambek Rohim jeh dredek” (Gus Mamad kecelakaan, Ofan suruh kesini membawa mobil bak untuk mengangkut motornya Rohim, sebab mereka masih gemeteran). Ungkap Kak Vidi kepada Ihda melalui pesan WhatsApp. 

Ihda, Fatimah, Ali, dna Ofan menjadi panik dan masing-masing merasa bingung. Ali bingung sebab tak ada lagi uang kas ISMARO untuk akomodasi, sedang yang lain memngkhawatirkan Gus Mamad sesuai dengan informasi dari Kak vidi yang Jatuh dan Loncat dari pagar 2 meter. 

“Vid, piye kondisine arek-arek. Motore iso mlaku gak, kwe nek kono iki lagi opo?” (Vid, bagaimana kondisi anak-anak, motornya bisa jalan gak, kamu disana sedang apa?). Tanya ofan melalui pesan WA. Setelah lama menunggu balasan, sebab disana susah sinyal. Tiba-tiba jawaban Kak Vidi membuat heran forum

“Iki jeh nunggu Rohim Turu” (masih menunggu Rohim tidur). Jawab Kak Vidi

Akhirnya forum krik..krik.. yang semula panik tiba-tiba menjadi tertawa terpingkal-pingkal melihat jawaban pesan Kak Vidi. Dari redaksi awal saat memberikan informasi saja sudah ada keanehan yang harus difikir secara mendalam yaitu, kalimat “Gus Mamad loncat dan terjun pagar 2 meter”. Haaa... bayangan dari empat orang yang mengkahwatirkan kondisi rekannya sampai kemana-mana, dan jawaban “menunggu Rohim tidur” menambah kejanggalan, apakah tragendi jatuhnya Gus Mamad dan Rohim itu serius atau tidak.

Hingga sampai pada akhirnya mereka sanggup berjalan kembali melanjutkan perjalanan, setelah motornya dioprasikan di bengkel, maka Kak Vidi memboncengkan Gus Mamad, sedangkan Ifan membongkan Rohim dengan pelan-pelan. Sampai pada sore hari sekitar pukul 16.30 mereka sampai Ngaliyan dan Kak Vidi langsung membawa Rohim ke tukang pijat, dan Gus Mamad langsung kemabali ke asramanya. Awalnya Gus Mamad ditawari Kak Vidi untuk pijat bersma Rohim namun menolaknya. Mungkin karena usai meminum susu Gus Mamad masih mempunyai ketahanan dan kekebalan pada tubuhnya.  

Penulis,
Intermezzo

Kiriman Paling Ngehits

Pantaskah Tuban Sebagai Syurga Menurut Al-Quran?

Presiden RI, Bumi Wali, dan KIT

Masalah Patung, Ada Oknum yang Ingin Mengadu Domba Pribumi dengan Tionghoa Tuban

Sowan Kanjeng Syekh Adipati Ranggalawe