Safari Keluarga, Kuliner, dan Nostalgia (KKN) Ala ISMARO


Foto bersama Fatimah (tiga dari kanan) bersama anggota ISMARO Tuban
Kendal, ISMARO TUBAN - KKN pada umumnya merupakan kegiatan resmi dari kampus untuk mengabdi di masyarakat, Kuliah Kerja Nyata singkatan asli KKN itu sendiri. KKN pada umumnya dilaksanakan di daerah terpencil jauh dari kampus selama kurang lebih 40 hari hingga dua bulan lamanya. Proses untuk mengabdikan diri kepada masyarakat yang tertuang dalam wadah KKN inilah implementasi dari tujuan mahasiswa itu sendiri sebagai agen perubahan, agen control, dan agen penerus. Dalam KKN sendiri biasanya dibentuk beberapa agenda untuk menunjang inti dari fungsi tersebut. Masyarakat sebagai objeknya, peserta KKN harus mempunyai kemampuan diatas masyarakat setempat. Kamis (16/02/2017)

Banyak cerita dan pengalaman baru dalam KKN, baik itu dari peserta KKNnya atau teman yang bersilaturahmi ketempat KKN. Salah satu contoh adalah Fatimah, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo yang sedang KKN di Desa Sriwulan, Kec. Limbangan, Kab. Kendal, tepatnya posko 54 berada di bawah kaki gunung Ungaran. Udara dingin, pemandangan menggona mata, dan suasana penuh kedamaian memaksa kawannya dari daerah Tuban, Jawa Timur yang juga sedang kuliah di UIN Walisongo bersilaturahmi ke lokasi poskonya, mereka dari orda Ikatan Silaturahmi Mahasiswa Ronggolawe (ISMARO) Tuban. 

anggota ISMARO berjumlah tujuh orang yang berkunjung ke posko Fatimah, kalau istilah umumnya safari KKN, mereka adalah Ihda Sofia, Yaya, Diana Agustina, Nur Salim, Siswintoko, Ata Ubaidillah, dan Ali Zainul Sofan. Tujun mereka safari KKN selain merasakan rindu dengan keluarga besar adalah Kuliner. Memang tidak mungkin safari kuliner diutarakan sebagai maksut pertama, kedua, atau ketiga, hal semacam itu sudah menjadi kewajiban dalam setiap adab bertamu. Minimal segelas teh atau kopi sudah menyambut dimeja ata tikar lesehan. 

Keciarian anggota ISMARO saat menikmati pecel bikinan Fatimah
Kebudayaan semacam ini menjadi berkah dan rizki yang tak terduga bagi anggota ISMARO, kalau bahasa Al-Quran Min Khaisu La Yahtasib, apa yang dilakukan mereka bukan termasuk sikap yang kurang ajar, salah total jika siapa saja yang menilai orang bertamu tujuannya meminta kuliner atau imbalan. Bertamu atau silaturahmi merupakan peristiwa ibadah untuk merajut rasa kekeluargaan manusia. Melepas rasa kangen, cinta, kalau istilah anak muda Nostalgia. 

Siang itu menjadi hari istimewa bagi Fatimah dan kawan seposkonya, karena kedatangan tamu yang membawa wajah kebahagiaan dan penuh cinta, maka safari Kuliah Kerja Nyata hari ini mendapat berkah berupa Keluarga Kuliner Nostalgia (KKN). (Red/IT/Sof)

Kiriman Paling Ngehits

Pantaskah Tuban Sebagai Syurga Menurut Al-Quran?

Presiden RI, Bumi Wali, dan KIT

Masalah Patung, Ada Oknum yang Ingin Mengadu Domba Pribumi dengan Tionghoa Tuban

Sowan Kanjeng Syekh Adipati Ranggalawe